Moc_Sapuan

Selasa, 02 September 2014

CERPEN MEMPERINGATI HARI ANAK



DONAT

Pagi yang cerah itu Sofi berangkat sekolah dengan wajah ceria, tidak lupa dia selalu membawa kotak besar berisikan berbagai rasa donat kesekolahnya untuk di titipkan ke Kantin.
            “Ibu Sofi berangkat sekolah dulu ya.”kata Sofi, “Assalamualaikum.”(sambil mencium tangan ibunya).
            “Waalaikumsalam.” “Hati-hati dijalan ya nak.” jawab ibunya.
            “Oh ya Sofi ini donat semuanya ada 20 buah ya, jangan lupa ambil uang dan sisa donat hari kemarin dan jangan lupa bilang terima kasih sama ibu kantinnya.” kata ibu sofi lagi.
            “Oke siap ibu.”
            Dan Sofi pun berangkat sekolah dengan berjalan kaki kesekolahnya, dia berangkat dengan temannya yaitu si Neni.
“Sofi kamu sudah ngerjain tugas matematika?” tanya Neni kawan Sofi.
“Sudah Nen, kamu sendiri bagaimana?” tanya sofi.

            “Sudah donk, lumayan menguras otak juga hahahaha.” canda Neni.

            “Ahh kamu Nen, kan kemarin sudah diajarin sama Pak Deny semua.” jawab Sofi.

            “Yah emang dasarnya kamu pintar semua mudah bagimu heheh.” kata Neni.

            “Oh ya Sofi bawa kue donat berapa hari ini?” tanya Neni.

            “Bawa duapuluh buah Nen, kenapa kamu mau nyobain?”
“Iya Sofi, aku ambil 2 buah ya soalnya enak sie donat bikinan ibu kamu, is the best pokoknya.” jawabnya.
            “Ahhh kamu bias saja, iya ini aku ambilin 2 buat kamu.” jawab Sofi
Merekapun bercanda dan bercengkrama sepanjang jalan menuju sekolah. Selang beberapa saat akhirnya Sofi dan Neni pun sampai ke sekolahannya. Sebelum masuk kekelas Sofi menuju kantin sekolah untuk menitipkan donat yang dibawanya tadi.


            “Pagi ibu Nur, ini aku bawa donat bikinan ibu sofi jumlahnya duapuluh buah nitip lagi dikantin ya.” sapa Sofi kepada ibu kantin.
“Oh ya Sofi taruh disitu biar ibu nannti yang menatanya di meja.” Timpal ibu kantin.
“Oh ya Sofi ini uang donat yang kemarin ya, habis terjual semua.”
“Wah terjual semua ya ibu, terima kasih ya.”
“Iya soalnya donat bikinan ibu Sofi enak sie.”
“Kalau begitu Sofi ke kelas dulu ya ibu takut telat masuk .”
“Iya Sofi, belajar yang rajin ya biar bias membanggakan kedua orang tua mu.”
“Siappppppp…”
Setelah menitipkan donatnya dikantin sekolah Sofi pun menuju kelasnya untuk mengikuti pelajaran. Sofi gadis manis dan cantik ini duduk dikelas empat sekolah dasar, dia dikenal sebagai anak yang pintar dan supel. Selain itu dia juga disenangi para temannya dikelas Karen kerendahan hati dan sifat suka menolongnya. Disisi lain para guru disekolahannya pun bangga dengan dirinya, selama ini Sofi selalu mengukir prestasi-prestasi yang membanggakan bagi sekolahnya.
            Hari itu pelajaran berjalan seperti biasanya, dan Sofi pun selalu memperhatikan setiap pelajaran yang diberikan oleh guru-gurunya dan dia pun tidak pernah ragu serta takut untuk bertanya jika ada kesulitan. Bel pulangpun berbunyi semua murid disekolahan bersiap-siap untuk pulang kerumah masing-masing. Sofi pun tidak lupa untuk mengambil hasil penjualan donatnya dikantin sekolah.
“Ibu bagaimana donat Sofi banyak yang beli hari ini?” tanya Sofi.
“Iya Alhamdulillah masih sisa satu buah saja.”
“Ini uang untuk hari ini ya  Sof, hati-hati pulangnya langsung kerumah jangan main dulu.” perintah ibu kantin.
“Oke siap ibu.”
“Sofi pulang dulu ya ibu, assalamualaikum.” jawab  Sofi.
“wassalamualaikum.”
Sofi pun pulang dengan membawa kotak donatnya tadi. Akan tetapi dijalan Sofi bertemu dengan nenek tua yang sedang mengais-ais sisa makan ditumpukkan tong sampah. Karena merasa iba sofi pun langsung menemui nenek  tersebut.
“Nenek sedang cari apa ditumpukan sampah ini?” tanya Sofi.
“Nenenk lapar cuu.. 2 hari belum makan.” Jawab si nenek iba
“Sudah-sudah nek jangan nyari ditong sampah lagi, ini Sofi ada sisa donat jualan tadi masih bagus kok nek.”(menyodorkan donat dan minum).
“Tapi kan ini jualan mu cuu, nanti dimarahi ibu kamu kalau dikasih ke nenek.”
“Tidak apa-apa kok nek, ibu selalu bilang sesama manusia harus saling tolong menolong.”
“Kamu baik sekali cuu, siapa namamu?” tanya nenek
“Sofi nek.”
Dengan lahapnya nenek tua tersebut memakan kue donat pemberian Sofi tadi dan tak ragu dan Sofi duduk didekatnya memperhatikan lahapnya nenek tersebut makan donat pemberiannya tadi. Didalam hati Sofi berpikir untuk memeberikan sebagian hasil penjualan kue donatnya kepada nenek itu, tapi dia ragu dan takut dimarahi ibunya kalau-kalau uangnya berkurang tanpa memeberi tahu sebelumnya. Dengan berpikir panjang Sofi pun tetap memberikan sebagian hasil penjualan donatnya kepada nenek tersebut. Setelah itu dia pulang dengan langkah yang ragu menuju rumahnya.
“Assalamualaikum, Sofi pulang ibu.”
“waalaikumsalam.”
“Bagaimana sekolahmu hari ini lancar?” tanya ibunya
“Lancar ibu, ini hasil jualan donat dikantin ibu.”(dengan perasaan ragu dan takut SOfi memberikan uang tersebut).
“Tapia nu ibu, anuu?”
“Anu kenapa Sof?”
“Ibu jangan marah ya!”
“Uangnya tadi Sofi kasih ke nenek tua yang kelaparan ibu, Sofi kasihan melihatnya.”
(Terharu)”Apa? Kamu memang anak yang baik hati Sofi, ibu bangga mendengarnya.”
“Jadi ibu tidak marah ke Sofi?”
“Ibu tidak marah malah bahagia punya anak sebaik dan sejujur kamu .”
Ibu Sofi pun memuluk dan menciuminya, ibunya bangga atas apa yang telah diperbuat anaknya hari ini. Dan apa yang dipikirkan Sofi tadi pun tidak terjadi malah dia mendapatkan pelukan yang hangat dari ibunya. Akhirnya pun mereka menuju meja makan untuk makan siang karena hari itu ibu Sofi sudah memasak makanan kesukaan Sofi. Sofi pun menceritakan semua kejadian yang terjadi pada hari ini kepada ibunda tercintanya.





By: Mochamad Sapuan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar